Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah evaluasi mutu pendidikan yang diselenggarakan Kemendikdasmen untuk memotret capaian belajar di tingkat satuan pendidikan — bukan untuk menentukan kelulusan per siswa seperti Ujian Nasional dulu. ANBK 2026 menguji tiga komponen: AKM literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, dengan peserta berupa sampel siswa pada jenjang kelas tertentu.

Bagi operator sekolah, ANBK adalah agenda teknis yang paling menuntut sepanjang tahun: kesiapan perangkat, jaringan, server, hingga koordinasi proktor dan pengawas harus tuntas sebelum hari-H. Panduan ini merangkum komponen asesmen, persiapan infrastruktur, pembagian peran, dan checklist kesiapan digital yang bisa Anda eksekusi.

Apa Itu Asesmen Nasional (ANBK, AKM, dan Survei Lingkungan Belajar)?

Asesmen Nasional adalah evaluasi yang mengukur mutu pembelajaran secara menyeluruh, bukan capaian individu. Hasilnya menjadi dasar Rapor Pendidikan bagi setiap satuan pendidikan. Ada tiga komponen utamanya:

Peserta ANBK adalah sampel siswa yang ditetapkan Kemendikdasmen, bukan seluruh siswa. Umumnya yang menjadi peserta adalah siswa kelas 5 SD/MI, kelas 8 SMP/MTs, serta kelas 11 SMA/SMK. Karena bersifat sampel, hasil ANBK tidak dipakai untuk menentukan naik-tidaknya seorang siswa, melainkan untuk perbaikan mutu sekolah secara keseluruhan.

Infrastruktur dan Persiapan Perangkat untuk ANBK

Kesiapan teknis adalah penentu kelancaran pelaksanaan. Secara garis besar, sekolah perlu menyiapkan beberapa hal berikut sesuai juknis resmi ANBK dari Kemendikdasmen:

Jangan mengandalkan spesifikasi dari ingatan atau dari tahun sebelumnya. Setiap tahun juknis dapat diperbarui, jadi pastikan operator mengunduh dan membaca juknis/prosedur operasional standar ANBK terbaru dari kanal resmi sebelum menyusun rencana.

Peran dan Tugas Proktor, Teknisi, dan Pengawas ANBK

ANBK melibatkan tiga peran teknis yang berbeda tanggung jawabnya, dan sering kali dirangkap oleh guru yang sama di sekolah kecil. Pahami pembagiannya:

Kunci keberhasilan ada pada gladi bersih dan simulasi. Sebelum pelaksanaan resmi, sekolah wajib menjalankan simulasi untuk menguji aplikasi, jaringan, dan alur sesi. Anggap simulasi sebagai "latihan pertandingan" — semua masalah yang muncul di sini justru menyelamatkan Anda dari kegagalan di hari-H.

Alur dan Jadwal Pelaksanaan ANBK 2026

Secara umum, alur pelaksanaan ANBK mengikuti tahapan berikut:

  1. Penetapan data peserta: sekolah memastikan data siswa di pengisian data Dapodik valid, karena penarikan sampel peserta berbasis data tersebut.
  2. Gladi bersih: uji coba teknis menyeluruh untuk memastikan aplikasi dan jaringan berfungsi.
  3. Simulasi: latihan pelaksanaan dengan alur menyerupai hari-H.
  4. Pelaksanaan: hari-H ANBK per jenjang, yang waktunya dapat berbeda antara SD, SMP, dan SMA/SMK.

Jadwal pasti ANBK 2026 ditetapkan melalui pengumuman resmi Kemendikdasmen dan dinas pendidikan, dan bisa berbeda antar jenjang maupun antar daerah. Operator sebaiknya memantau pengumuman resmi secara berkala dan tidak menunggu informasi dari pihak ketiga.

Checklist Kesiapan Digital Sekolah Menjelang ANBK

Ringkas semua persiapan ke dalam checklist siap-eksekusi berikut:

Kesiapan ANBK sebenarnya bagian dari indikator checklist kesiapan digital sekolah yang lebih luas. Sekolah yang infrastruktur digitalnya tertata — dari sistem informasi akademik sekolah hingga pelaksanaan ujian online berbasis CBT — biasanya jauh lebih siap menghadapi ANBK dibanding sekolah yang baru menyiapkan perangkat menjelang hari-H.

Jika Anda ingin memantau kesiapan digital dan administrasi sekolah secara menyeluruh, jadwalkan demo Seqolah untuk melihat bagaimana sistem manajemen sekolah membantu menata data dan operasional sebelum masa asesmen tiba.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya ANBK dengan Ujian Nasional?

ANBK bukan penentu kelulusan individual seperti Ujian Nasional. Asesmen Nasional mengukur mutu pembelajaran di tingkat satuan pendidikan melalui AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar sebagai dasar rapor pendidikan.

Siapa saja yang menjadi peserta ANBK?

Peserta ANBK adalah sampel siswa yang ditetapkan Kemendikdasmen pada jenjang tertentu, umumnya kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA/SMK, bukan seluruh siswa seperti Ujian Nasional dulu.

Apa saja komponen Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional terdiri dari tiga komponen: AKM literasi dan numerasi, Survei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar yang diisi oleh kepala sekolah dan guru.

Bagaimana sekolah mempersiapkan infrastruktur untuk ANBK?

Sekolah perlu memastikan perangkat memenuhi spesifikasi, jaringan stabil untuk mode online atau semi-online, ketersediaan server lokal, cadangan listrik, serta melaksanakan gladi bersih sebelum hari pelaksanaan.

Bagikan artikel ini: